peralihan kewenangan pengaruhi nilai kelulusan SMA/SMK

Diposting pada: 2017-05-31, oleh : Admin, Kategori: Informasi Sekolah

Bantul (Antara) - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Suharsono mengatakan peralihan kewenangan sekolah menengah atas dan kejuruan dari kabupaten ke provinsi pada 2017 mempengaruhi nilai kelulusan pada Ujian Nasional Berbasis Komputer 2017.

"Ini karena mungkin baru masa transisi, pasti ada gejolak, jadi kan mulai tahun ini SMK dan SMA diambil alih Pemda DIY," kata Bupati menanggapi nilai kelulusan SMK di Bantul yang peringkat terendah se-DIY di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, peralihan kewenangan SMA/SMK dari sebelumnya berada di bawah Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Bantul ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY itu membuat pejabat harus menyesuaikan dengan OPD yang baru.

Bupati menilai kondisi tersebut kemungkinan bisa berakibat pada perhatian yang tidak fokus karena selain harus tetap memperhatikan bidang SMK/SMA yang jadi tugasnya juga masalah administrasinya.

"Tapi apapun yang namanya masa transisi pasti ada gejolak psikologis karena mereka juga punya perhatian terhadap administrasinya dan sebagainya sehingga wajar saja ini terjadi," katanya.

Ia mengatakan meski tidak mempunyai kewenangan mengurusi SMK/SMA di Bantul karena sudah diambil alih Pemda DIY, Pemkab Bantul terus berkoordinasi dan mendorong agar prestasi pendidikan tetap diraih.

"Kami tetap memberi semangat, dan setiap Senin saja jadi inspektur upacara keliling sekolah-sekolah. Makanya nanti ada koordinasi saat saya jadi inspektur karena untuk administrasi sudah wewenang DIY, kami tidak bisa mengatur," katanya.

Sebelumnya, Kepala Balai Pendidikan Menengah Bantul Disdikpora DIY Suhirman mengatakan meski 100 persen lulus UNBK 2017, namun nilai UNBK jenjang SMK meraih peringkat terendah se-DIY sehingga perlu menjadi perhatian.

"Hasil ujian untuk SMK tahun ini akan kami jadikan evaluasi dan perhatian bersama dalam upaya menggenjot prestasi tahun depan," katanya.

Menurutnya, setelah dilakukan evaluasi dari berbagai sisi, perolehan nilai UNBK SMK erat kaitannya dengan kurangnya intensitas dan jumlah pelaksanaan latihan soal ujian atau `try out` di masing-masing sekolah.

"Jumlah latihan ujian SMK memang lebih sedikit dibanding SMA. Meski begitu semua siswa baik SMA dan SMA di Bantul lulus seratus persen," katanya.


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini